kabardetik.id – Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, memastikan Lionel Messi tidak akan memulai laga sebagai starter saat menghadapi Timnas Yordania pada matchday ketiga Grup J Piala Dunia 2026. Keputusan itu diambil setelah Argentina lebih dulu mengamankan tiket lolos ke fase gugur sebagai juara grup.
Scaloni Siapkan Messi untuk Masuk pada Babak Kedua
Scaloni menjelaskan Messi kemungkinan besar baru dimainkan setelah jeda pertandingan. Menurutnya, keputusan tersebut sudah dibicarakan langsung dengan sang kapten dan dianggap sebagai pilihan terbaik untuk menjaga kondisi pemain.
“Leo kemungkinan besar akan masuk di babak kedua. Kami berbicara dan sepakat lebih baik seperti ini,” kata Scaloni, dikutip dari BBC, Sabtu (27/6/2026).
Laga Yordania vs Argentina dijadwalkan berlangsung di Stadion Dallas, Dallas, Amerika Serikat, Minggu 28 Juni 2026 pukul 08.00 WIB. Pertandingan ini menjadi laga penutup Grup J bagi kedua tim.
Argentina Sudah Lolos, Yordania Tetap Diwaspadai
Argentina datang ke pertandingan ini dalam posisi nyaman karena sudah memastikan diri lolos sebagai juara grup. Sementara itu, Yordania tidak lagi memiliki peluang melaju ke babak berikutnya setelah tersingkir dari persaingan Grup J.
Meski situasi kedua tim berbeda, Scaloni menegaskan Argentina tetap menghormati Yordania. Ia menolak anggapan bahwa keputusan mencadangkan Messi merupakan bentuk meremehkan lawan.
“Keputusan siapa yang bermain besok tidak ada kaitannya dengan siapa yang kami hadapi di laga berikutnya,” ujar Scaloni.
Baca Juga : “Argentina Hadapi Cape Verde di 32 Besar Piala Dunia 2026“
Yordania Dinilai Punya Serangan Cepat
Scaloni menilai Yordania tetap memiliki kualitas yang perlu diperhitungkan. Ia menyebut Argentina harus menjaga penguasaan bola dan mengendalikan tempo pertandingan agar tidak memberi ruang bagi serangan balik lawan.
“Yordania adalah lawan yang bagus, dan intensi kami adalah memegang bola selama mungkin dan mendominasi. Para penyerang lawan sangat cepat dan itu harus dipertimbangkan,” kata Scaloni.
Pernyataan tersebut menunjukkan Argentina tetap memandang laga ini secara serius. Rotasi pemain dilakukan bukan hanya untuk menjaga kebugaran, tetapi juga memberi kesempatan kepada pemain lain untuk tampil dalam situasi kompetitif.
Messi Tetap Jadi Figur Penting Argentina
Messi sejauh ini tampil impresif di Piala Dunia 2026. Pemain berjuluk La Pulga itu memimpin daftar top skor sementara dengan lima gol dari dua pertandingan. Kontribusinya menjadi salah satu faktor penting di balik dominasi Argentina pada fase grup.
Namun, usia Messi yang sudah menginjak 39 tahun membuat Argentina harus lebih cermat mengatur menit bermainnya. Scaloni perlu memastikan kondisi sang kapten tetap terjaga, terutama karena fase gugur menuntut intensitas dan tekanan yang jauh lebih tinggi.
Rotasi Jadi Strategi Menuju Fase Gugur
Keputusan mencadangkan Messi dapat dibaca sebagai bagian dari strategi jangka panjang Argentina. Dengan posisi juara grup sudah aman, Scaloni memiliki ruang untuk melakukan rotasi tanpa mengorbankan target utama tim.
Bagi Argentina, laga melawan Yordania tetap penting untuk menjaga ritme permainan. Namun, menjaga kebugaran pemain kunci seperti Messi juga menjadi prioritas besar sebelum memasuki babak 32 besar.
Dengan kondisi tersebut, publik tetap berpeluang melihat Messi tampil di lapangan meski tidak sejak menit pertama. Argentina pun diharapkan tetap tampil dominan sambil mempersiapkan diri menghadapi tantangan lebih berat di fase gugur.
