MU Terpaksa Menunggu untuk Wujudkan Ambisi Transfer Conor Gallagher
Manchester United harus menahan ambisi merekrut Conor Gallagher dari Atletico Madrid hingga akhir Januari 2026. Klub yang kini diasuh Ruben Amorim itu tengah memburu gelandang anyar untuk memperkuat sektor tengah, namun berbagai kendala membuat proses transfer tak bisa segera diwujudkan.
Football Transfers melaporkan bahwa Setan Merah masih memantau situasi Gallagher, namun belum ada kepastian kapan kepindahan itu dapat direalisasikan. Kondisi ini memaksa MU mengambil pendekatan sabar, sambil berharap Atletico Madrid melunak di akhir bursa transfer musim dingin.
Baca Juga : “AC Milan Incar Bek, Lazio Butuh Gelandang, Barter Diusulkan“
Fokus Manchester United Tambah Gelandang Tengah Musim Ini
Sejak awal musim 2025/2026, lini tengah Manchester United menjadi perhatian utama manajemen. Minimnya kreativitas dan kedalaman skuad membuat Amorim mendesak petinggi klub untuk menambah kekuatan di sektor gelandang.
MU awalnya menargetkan tiga nama dari Premier League: Elliot Anderson (Nottingham Forest), Carlos Baleba (Brighton & Hove Albion), dan Adam Wharton (Crystal Palace). Namun, ketiganya tidak tersedia pada pertengahan musim, sehingga klub terpaksa mencari alternatif yang realistis.
Nama Conor Gallagher kemudian muncul sebagai opsi yang dianggap ideal secara teknis dan pengalaman. Namun, situasi Gallagher di Atletico Madrid tak sesederhana yang dibayangkan.
Gallagher Masuk Radar MU, tapi Proposal Masih Terkendala
Gallagher, 25 tahun, menjadi opsi masuk akal bagi MU karena kemampuannya bermain box-to-box dan pengalaman di level tertinggi bersama Chelsea sebelumnya. Namun, Atletico Madrid yang meminangnya dari Chelsea pada musim panas 2025 punya rencana berbeda.
MU disebut tidak ingin langsung membeli Gallagher secara permanen. Sebaliknya, mereka ingin mencoba dulu lewat skema peminjaman hingga akhir musim, dengan opsi pembelian di bursa transfer musim panas 2026.
Sayangnya, proposal ini belum mendapat lampu hijau dari Atletico. Klub asal Spanyol itu masih lebih menyukai penjualan langsung ketimbang pinjaman.
Atletico Madrid Lebih Suka Penjualan Permanen
Menurut laporan TEAMtalk yang dikutip Football Transfers, Atletico Madrid lebih memilih skenario penjualan permanen dengan banderol lebih dari €35 juta. Mereka belum tertarik dengan opsi pinjaman yang ditawarkan MU.
“Kesepakatan peminjaman mungkin saja terjadi, tetapi Atletico hanya bersedia jika gaji Gallagher bisa ditanggung secara adil,” tulis TEAMtalk dalam laporannya.
Saat ini, gaji Gallagher mencapai €230.000 per pekan—jumlah yang terlalu tinggi bagi sebagian besar peminat. MU pun dikabarkan belum bersedia menanggung penuh biaya tersebut.
Jurnalis Ben Jacobs: MU Harus Sabar Tunggu Lampu Hijau
Dalam laporan terpisah, jurnalis Ben Jacobs menyebut bahwa Manchester United kemungkinan baru bisa bergerak mendekati Gallagher di akhir Januari. Saat itu, Atletico mungkin dalam posisi yang lebih kompromistis.
“Atletico Madrid masih menolak ide pinjaman, tapi situasi bisa berubah menjelang penutupan jendela transfer. United siap menunggu kemungkinan itu,” ujar Jacobs.
Ia menambahkan bahwa tekanan pasar bisa memaksa Atletico melepas Gallagher, terutama jika tidak ada klub lain yang mau membayar secara penuh di tengah musim.
Gallagher Tak Sendiri, MU Pantau Banyak Nama
Gallagher bukan satu-satunya nama yang masuk radar Amorim. Manchester United juga memantau beberapa opsi lain, termasuk gelandang Wolverhampton Wanderers Joao Gomes dan Kees Smit dari AZ Alkmaar.
MU juga dikaitkan dengan Ruben Neves dari Al-Hilal. Gelandang Portugal itu disebut siap kembali ke Eropa karena kontraknya akan berakhir pada musim panas 2026, membuka peluang transfer murah atau bebas transfer lebih awal.
Kehadiran banyak nama di daftar buruan menunjukkan bahwa Amorim dan tim rekrutmennya belum mau bergantung pada satu target saja.
Bursa Januari: Peluang, Risiko, dan Tantangan Finansial
Bursa transfer musim dingin selalu menyajikan tantangan tersendiri. Klub-klub cenderung enggan melepas pemain kunci di tengah musim, kecuali dengan harga tinggi. Selain itu, kebutuhan akan penyesuaian cepat di tengah jadwal padat menjadi pertimbangan teknis tambahan.
Bagi Manchester United, tekanan performa juga menjadi faktor. Setelah paruh pertama musim yang tak konsisten, Amorim butuh tambahan tenaga di lini tengah untuk mengamankan posisi empat besar dan bertahan di kompetisi Eropa.
Namun, dengan keterbatasan anggaran dan kendala gaji seperti kasus Gallagher, MU harus cermat menavigasi negosiasi.
Penutup: Skenario Terbaik dan Realita yang Harus Dihadapi MU
Manchester United masih punya waktu hingga 31 Januari 2026 untuk menemukan solusi terbaik. Jika Atletico Madrid bersedia melunak, skema peminjaman Gallagher bisa jadi kenyataan. Namun, bila tidak ada perkembangan berarti, Setan Merah harus beralih ke opsi lain.
Pendekatan fleksibel, kesabaran dalam negosiasi, serta kesiapan menghadapi realita pasar akan jadi kunci keberhasilan MU dalam memperkuat lini tengah musim ini. Dengan target tinggi yang diusung Ruben Amorim, klub tak boleh lengah di sisa waktu bursa.
Baca Juga : “Brighton Tunda Penjualan Carlos Baleba, Manchester United Terancam Gagal Rekrut Gelandang Incaran“
