Hasil Imbang Kontra Girona Memicu Alarm Bahaya
Kursi kepelatihan Xabi Alonso di Real Madrid mulai goyah. Rentetan performa buruk, termasuk hasil imbang 1-1 melawan Girona di Montilivi, membuat tekanan meningkat signifikan. Real Madrid hanya meraih satu kemenangan dalam lima laga terakhir di semua kompetisi. Capaian ini memunculkan pertanyaan besar mengenai kapabilitas Alonso mengelola tim bertabur bintang yang ditargetkan menjuarai La Liga dan Liga Champions musim ini.
Girona bukan lawan berat di atas kertas. Namun, penampilan Madrid yang kurang menggigit menimbulkan kekecewaan, terutama di kalangan petinggi klub. Kekompakan tim kembali dipertanyakan, terlebih setelah kemenangan atas Olympiakos pekan lalu sempat memberi harapan akan stabilnya performa skuad.
Baca Juga : “Emil Audero Ungkap Strategi Kemenangan 3-1 Cremonese“
Dua Masalah Utama: Taktik Lemah dan Hubungan dengan Pemain
Sumber internal klub menyebut dua masalah besar yang saat ini membelit Alonso. Pertama, pendekatan taktiknya dinilai belum sesuai dengan filosofi menyerang Real Madrid. Permainan terlihat monoton dan kurang kreatif. Beberapa peluang emas kerap gagal dimanfaatkan akibat kurangnya variasi dalam skema penyerangan.
Kedua, hubungan Alonso dengan sejumlah pemain senior dikabarkan merenggang. Ketidakharmonisan ini terlihat dari minimnya komunikasi positif di lapangan dan sikap frustrasi yang ditunjukkan beberapa pemain saat pertandingan berlangsung. Hal ini diperkuat oleh laporan bahwa empat hingga lima pemain menyuarakan ketidakpuasan terhadap gaya bermain yang diterapkan Alonso.
Rapat Penting Dijadwalkan Usai Laga Lawan Athletic Club
Menghadapi situasi ini, manajemen Real Madrid dilaporkan akan mengadakan rapat darurat pada Kamis mendatang. Menurut laporan dari akun sepak bola populer Indykaila, pertemuan ini akan digelar setelah laga tandang kontra Athletic Club di San Mamés. Pertandingan tersebut dianggap sebagai penentu akhir nasib Alonso.
Agenda utama rapat tersebut adalah mendengar laporan staf pelatih dan jajaran direksi teknis. Mereka akan membahas hasil evaluasi performa tim, dinamika ruang ganti, serta respons pemain terhadap pendekatan Alonso. Hasil pertemuan ini berpotensi menjadi titik balik bagi kelanjutan karier Alonso di Bernabéu.
Seruan Kembalinya Zinedine Zidane Menggema di Ruang Ganti
Di tengah sorotan terhadap Alonso, muncul kabar menarik dari internal tim. Sejumlah pemain senior disebut menginginkan kembalinya Zinedine Zidane ke kursi pelatih. Keinginan ini bukan tanpa alasan. Zidane dianggap mampu menjaga harmoni ruang ganti dan memiliki rekam jejak mentereng bersama klub.
Zidane terakhir menangani Real Madrid pada 2021. Dalam dua periode kepelatihan sebelumnya, ia berhasil mempersembahkan tiga gelar Liga Champions dan dua gelar La Liga. Zidane sendiri belum kembali melatih sejak mundur, tetapi menyatakan kesiapannya melatih usai Piala Dunia 2026. Opsi ini pun mulai diperhitungkan serius oleh manajemen jika performa tim tak kunjung membaik.
Petinggi Klub Masih Percaya, tapi Harus Ada Reaksi Cepat
Meski tekanan meningkat, laporan dari Diario AS menyebut bahwa Presiden Real Madrid, Florentino Pérez, dan jajaran direksi masih menaruh kepercayaan pada Alonso. Mereka menilai sang pelatih masih layak diberi waktu untuk membuktikan diri. Namun, mereka juga menuntut perubahan cepat, terutama dari sisi taktik dan psikologis tim.
Keputusan mempertahankan Alonso tidak lepas dari reputasinya sebagai mantan pemain Madrid dan pencapaian gemilang bersama Bayer Leverkusen. Namun, dunia kepelatihan di Santiago Bernabéu sangat kompetitif. Kegagalan meraih hasil positif dalam beberapa laga ke depan bisa membuat kepercayaan itu sirna.
Alonso Coba Lakukan Penyesuaian Taktik, Tapi Belum Efektif
Dalam dua pertandingan terakhir, Alonso terlihat mulai melakukan penyesuaian. Ia mencoba formasi baru dan memberi peran berbeda kepada beberapa pemain. Namun, implementasi di lapangan belum menunjukkan hasil yang signifikan. Beberapa kali pemain terlihat bingung menjalankan instruksi, dan koordinasi lini tengah masih belum padu.
Beberapa analis menyarankan Alonso untuk kembali pada pendekatan yang lebih klasik: bermain dengan dua gelandang bertahan dan memaksimalkan kecepatan sayap. Namun, Alonso tampaknya masih ingin menanamkan filosofi permainan berbasis penguasaan bola yang ia terapkan selama di Bundesliga.
Ancaman Kehilangan Kendali Ruang Ganti Semakin Nyata
Kehilangan kepercayaan pemain bisa menjadi pukulan telak bagi Alonso. Di klub sebesar Real Madrid, kemampuan mengelola ego dan ekspektasi bintang menjadi kunci sukses. Bila hubungan antar elemen tim tak segera diperbaiki, risiko kehilangan kendali ruang ganti akan semakin besar.
Beberapa pemain seperti Toni Kroos dan Dani Carvajal dikabarkan menjadi jembatan komunikasi antara pelatih dan pemain lain. Namun, jika tekanan dari luar dan dalam terus meningkat, stabilitas internal akan sulit dipertahankan.
Perbandingan Kinerja: Alonso vs Pelatih Madrid Sebelumnya
Jika dibandingkan dengan pelatih Madrid sebelumnya dalam 20 laga awal, Alonso mencatatkan persentase kemenangan lebih rendah. Di era Zidane, persentase kemenangan mencapai 75%. Sementara Alonso baru menyentuh angka 60%. Statistik ini menjadi salah satu indikator performa yang akan dipresentasikan dalam rapat evaluasi.
Data lainnya juga menunjukkan Madrid saat ini memiliki produktivitas gol terendah dalam lima musim terakhir. Padahal, komposisi lini depan dihuni nama-nama top seperti Vinícius Jr., Rodrygo, dan Jude Bellingham.
Masa Depan Ditentukan Beberapa Laga ke Depan
San Mamés akan menjadi ujian penting bagi Alonso. Jika Madrid kembali gagal menang melawan Athletic Club, rapat evaluasi kemungkinan akan berujung pada keputusan drastis. Sebaliknya, kemenangan bisa menunda krisis dan membuka ruang bagi Alonso untuk menyusun ulang pendekatan tim.
Musim masih panjang, tetapi Madrid tak punya banyak waktu untuk bereksperimen. Target juara La Liga dan Liga Champions menuntut konsistensi sejak awal. Alonso harus membuktikan bahwa dirinya bisa menjadi pemimpin di ruang ganti dan di lapangan.
Kesimpulan: Alonso Harus Bertindak Cepat untuk Selamatkan Kursinya
Situasi Xabi Alonso di Real Madrid kini memasuki fase genting. Dukungan manajemen masih ada, tapi dengan syarat: perubahan harus segera terlihat. Rapat darurat yang dijadwalkan usai laga di San Mamés akan menjadi momen penting yang bisa menentukan apakah Alonso bertahan atau digantikan.
Jika Alonso gagal meyakinkan para petinggi dan tidak mampu membalikkan tren negatif tim, maka opsi Zidane atau pelatih lain bisa segera diaktifkan. Sebaliknya, jika ia mampu menghadirkan reaksi positif dalam waktu dekat, peluang untuk mempertahankan jabatannya tetap terbuka.
Dengan skuad bertalenta tinggi dan ekspektasi publik yang besar, Alonso hanya punya satu pilihan: bangkit atau tersingkir.
Baca Juga : “Hasil Barcelona vs Atletico Madrid di Liga Spanyol 2025-2026: Menang 3-1, Blaugrana Makin Tinggalkan Real Madrid!“
